Kembali Pimpin ABP-PTSI Sumut, Bahdin Dorong PTS Sejajar dengan PTN

MEDAN–Prof Bahdin Nur Tanjung SE MM dilantik kembali sebagai Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Wilayah Sumatera Utara periode 2026-2031.

Pelantikan yang  berlangsung di aula/ hall Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, Kamis (8/10/2026) itu langsung dilakukan Ketua Umum ABP PTSI Pusat Prof. Dr. Mts. Arief MBA CPM.

Dalam arahannya, Prof Arief menyampaikan tantangan yang dihadapi pendidikan tinggi saat ini adalah sustainability atau keberlanjutan hidup matinya perguruan tinggi dan yayasan.

Ia pun mengingatkan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjaga keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS).

“Kualitas SDM menjadi salah satu faktor penentu keberlangsungan perguruan tinggi dan yayasan penyelenggaranya,” katanya

Pelantikan yang mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak dan Berkelanjutan” itu menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk perkuat sinergi dan meningkatkan kualitas PTS di Sumut

Upaya itu agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah.

Prof. Arief menegaskan, tantangan besar pendidikan tinggi saat ini bukan hanya membangun infrastruktur dan melengkapi fasilitas kampus, melainkan memastikan perguruan tinggi memiliki SDM berkualitas agar dapat bertahan dan berkembang.

Disebutkannya, faktor yang sangat penting adalah human capital atau sumber daya insani.

“Tujuh puluh persen hidup matinya perguruan tinggi atau yayasan itu ada di SDM. Semua elemen dari pemeringkatan, akreditasi itu isinya adalah SDM,” ujarnya.

BACA:  Jadi Pembicara Utama Webinar Internasional, Prof. Dr. M. Manugeren, M.A Sampaikan Pentingnya Kekuatan Narasi

Ia menegaskan tak ada gunanya infrastruktur yang hebat kalau tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas.

Untuk menjaga keberlanjutan itu, menurutnya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yakni diferensiasi, fokus, dan strategi.

Ketiga hal tersebut dinilai penting agar setiap perguruan tinggi mampu mengenali keunggulannya, menentukan arah pengembangan, serta menyusun strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D.,
berharap pelantikan pengurus ABP-PTSI Sumut dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan bahwa PTS tidak perlu merasa dipersulit dalam proses pengajuan program studi.

Ia menegaskan, pelayanan kepada perguruan tinggi negeri (PTN) dan PTS dilakukan tanpa diskriminasi, dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak ada membedakan pelayanan antara PTN dengan PTS. Sama-sama diperiksa borangnya dan LLDikti tetap yang memberikan rekomendasi,” kata Saiful.

Ia juga berharap kepengurusan ABP-PTSI Sumut yang baru dapat membawa perubahan dan pertumbuhan positif bagi dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara.

Prof Bahdin Nur Tanjung menyebut kepengurusan ABP-PTSI Sumut periode 2026–2031 memiliki potensi besar untuk memperkuat perjuangan asosiasi.

BACA:  MoU dengan OPD Provsu, Rektor UMSU Sharing Kelas Internasional di Seminar dan Pemecahan Rekor MURI LLDikti

Ia menilai kehadiran para pimpinan dan tokoh perguruan tinggi dalam kepengurusan menjadi modal penting untuk membangun kerja sama.

“Kepengurusan ABP PTSI Sumut ini sungguh luar biasa lantaran para ‘raja dan ‘ketua’ ada di sini. Tentunya bisa menguatkan perjuangan misi asosiasi ini. Kita berjuang bersama,” ujarnya.

Bahdin menegaskan, pelantikan yang dipersiapkan panitia di bawah koordinasi Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M., tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memulai tanggung jawab dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi swasta.

Ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama dengan baik dan membawa kemajuan yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya, yang juga dipimpinnya.

Menurut Bahdin, sebanyak 158 PTS di Sumatera Utara perlu memperkuat persatuan di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat.

Melalui ABP-PTSI, ia ingin badan penyelenggara memiliki wadah untuk bertukar gagasan, menggabungkan kekuatan, dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi PTS.

“Asosiasi ini menjadi rumah besar kita untuk berdiskusi dan menggabungkan kekuatan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pengurus merumuskan terobosan baru agar asosiasi semakin mampu memberikan manfaat bagi anggotanya.

Bahdin menegaskan komitmen kepengurusan yang baru ini  untuk melanjutkan perjuangan menjadikan PTS di Sumatera Utara memiliki mutu dan daya saing yang sejajar dengan perguruan tinggi negeri.

BACA:  Pemerintah Tetapkan Skema Belajar Ramadan 2026, Catat Jadwalnya!

“Untuk itu sebagai pengurus di periode ini kami akan meneruskan perjuangan menjadikan PTS di Sumut sejajar dengan perguruan tinggi negeri,” tuturnya.

Bahdin turut menyampaikan terima kasih kepada yayasan dan PTS yang telah bergabung dalam ABP-PTSI Sumut.

Ia berharap kebersamaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk mengantisipasi tantangan pendidikan tinggi pada masa mendatang.

Dukungan terhadap penguatan PTS juga disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Ir. Alfi Syahriza.

Pemprov Sumut mendorong ABP-PTSI memperkuat kualitas PTS, termasuk melalui peningkatan kualitas akademik dan kemampuan dosen.

Upaya tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak agar kontribusi pendidikan tinggi semakin dirasakan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki kekuatan memberi dampak pada pembangunan di Sumut,” ujarnya.

Gubernur berharap pengurus ABP-PTSI Sumut yang baru dilantik dapat perkuat persatuan, membangun komunikasi yang baik, dan meningkatkan soliditas organisasi.

Dengan demikian, asosiasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan Sumatera Utara. (swisma)