Peringati Gandhi Jayanti 2026 di USM Indonesia, Hidupkan Warisan Mahatma Gandhi  akan Kebenaran dan Perdamaian

MEDAN–Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia bersama Konsulat Jenderal ( Konjen) India di Medan gelar serangkaian kegiatan sebagai bentuk memperingati hari lahir 157 tahun Bapak Bangsa India, Mahatma Gandhi, Jumat (2/10/2026).

Pada peringatan kali ini, pesan perdamaian Mahatma Gandhi disampaikan bukan sekadar seremoni, nilai anti-kekerasan, tapi juga toleransi dan persahabatan yang diterjemahkan melalui Peace March mulai di Jalan Gandhi hingga rangkaian kegiatan akademik di USM Indonesia, Jalan Kapten Muslim Medan.

Kegiatan itu dimulai pukul 07.00 WIB. Para mahasiswa, anggota komunitas India dan Friends of India berjalan bersama menyusuri Jalan Gandhi sebagai simbol keharmonisan dan kerja sama antarkomunitas.

Usai Peace March, penghormatan kepada Mahatma Gandhi dilanjutkan dengan tabur bunga dan pemasangan karangan bunga di patung Gandhi yang berada di lingkungan kampus USM Indonesia, Jalan Kapten Muslim, Medan.

Karangan bunga tersebut dipasang oleh Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel bersama Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr Parlindungan Purba SH MM.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Sumatera Utara  diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprovsu Drs Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution serta sejumlah anggota komunitas India.

Penghormatan tersebut menjadi simbol untuk terus menghidupkan warisan Gandhi tentang kebenaran, kasih sayang dan perdamaian.

Nilai-nilai itu sekaligus ditempatkan sebagai pesan yang tetap relevan bagi generasi muda dan hubungan antarmasyarakat India dan Indonesia.

BACA:  Diduga Akui Panitia Judi Tembak Ikan Di Pakam Tantang Aparat

Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr Parlindungan Purba mengatakan, peringatan Gandhi Jayanti tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang pertukaran akademik dan penguatan pesan perdamaian di tengah masyarakat.

Menurut Parlindungan yang juga menjabat sebagai Konsul Kehormatan Korea Selatan untuk wilayah Medan- Sumatera Utara sejak 20 Mei 2026 ini,
filosofi Gandhi tentang hidup sederhana dan kerja keras juga relevan dalam pembentukan karakter mahasiswa.

“Filosofi hidup sederhana dan kerja keras Mahatma Gandhi juga kami tekankan dalam membentuk karakter mahasiswa,” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di IGN Washington Hall, Kampus USM Indonesia, dengan pertunjukan seni yang dibawakan mahasiswa.

Terpisah, Rektor USM Indonesia Prof. Dr. dra. Ivan Elisabeth Purba, S.H., M.Kes mengatakan, semangat Gandhi untuk membangun jembatan antarkomunitas dan bangsa melalui kebenaran, toleransi dan anti-kekerasan sejalan dengan upaya USM Indonesia memperluas jejaring internasional.

Prof Ivan menyebut kolaborasi dengan Konsulat Jenderal India di Medan sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya dan akademik antara India dan Indonesia yang telah lama bersahabat.

“Kolaborasi ini diharapkan membuka pintu untuk riset bersama, pengembangan kapasitas, hingga pertukaran ilmu pengetahuan antara Indonesia dan India,” ujarnya.

Ia menegaskan, USM Indonesia terus mendorong langkah global dengan menjadikan pendidikan sebagai jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengenal dunia internasional.

BACA:  Polemik Ijazah Jokowi, Pernusa Soroti Dugaan Peran Balik Layar Dasco

Pada kesempatan yang sama, Konjen India di Medan Ravi Shanker Goel memberikan kuliah umum bertajuk “Peluang Pendidikan di India”.

Ia memperkenalkan India sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi dengan spektrum bidang studi yang luas dan dukungan beasiswa, antara lain melalui Indian Council for Cultural Relations (ICCR).

“Mahasiswa Indonesia bisa melihat India bukan hanya sebagai tujuan akademik, tetapi juga ruang pertumbuhan pribadi dan lintas budaya,” ujarnya.

Ravi mengatakan, memperingati Gandhi Jayanti di USM Indonesia memiliki makna tersendiri karena di kampus tersebut berdiri patung Mahatma Gandhi yang menjadi simbol perdamaian, kebenaran dan persahabatan.

Ia menilai pesan Gandhi telah melampaui batas India. Bahkan, Indonesia memiliki tempat istimewa dalam perjalanan penyebaran nilai-nilai Gandhi yang bersifat universal.

Dijelaskannya, Gandhi Jayanti juga diperingati secara internasional sebagai Hari Tanpa Kekerasan Internasional.

Menurut Ravi, ada dua ajaran Gandhi yang sangat relevan dengan hubungan India dan Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini, yakni Ahimsa dan Sarvodaya.

Ahimsa, artinya mengajarkan prinsip tanpa kekerasan serta penyelesaian perbedaan secara damai.

Gandhi menunjukkan bahwa dialog, kesabaran dan keberanian moral dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi perbedaan.

Di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan global yang berlangsung cepat,

ia mengatakan India dan Indonesia dapat terus berkontribusi membangun kawasan yang berlandaskan perdamaian, dialog, penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional.

“Kedua negara kita juga telah menegaskan kembali pentingnya memperkuat kemitraan strategis demi perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” katanya.

BACA:  Kejati Sumut Selidiki Kasus Korupsi Dana Covid-19 Diduga Libatkan Rapidin Simbolon

Sementara Sarvodaya, lanjut Ravi, menekankan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup bagi semua. Gandhi meyakini pembangunan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan tidak meninggalkan siapa pun.

Prinsip tersebut relevan dengan ruang kerja sama India dan Indonesia yang semakin luas. Tidak hanya dalam diplomasi dan keamanan, tetapi juga pendidikan, teknologi, perdagangan, konektivitas digital, kesehatan, pembangunan berkelanjutan serta pertukaran antarmasyarakat.

Ia juga menyoroti keterlibatan India dengan ASEAN yang memberi perhatian pada konektivitas, transformasi digital dan pertumbuhan yang inklusif.

Ravi menuturkan, hubungan India dan Indonesia berakar pada hubungan budaya dan peradaban yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Kini, hubungan tersebut berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif dengan kerja sama yang terus diperkuat di bidang perdagangan, investasi, industri dan berbagai sektor strategis lainnya.

Karena itu, Peace March di Jalan Gandhi Medan memiliki makna penting.

Kegiatan yang digelar Konsulat Jenderal India bersama Diaspora India dan Friends of India tersebut menjadi pengingat bahwa nilai perdamaian, keharmonisan, toleransi dan saling menghormati tetap relevan bagi masa depan kedua bangsa.

“Marilah kita memperingati Gandhi Jayanti bukan hanya dengan mengenang Mahatma Gandhi, tetapi juga dengan menerapkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan kita dan semakin mempererat ikatan persahabatan antara India, Indonesia dan masyarakat kedua negara,” ajaknya. (swisma)