Gelar Workshop Publikasi Jurnal Internasional, LLDikti Wilayah I – BINUS Kolaborasi Dorong Percepatan Dosen jadi Profesor

MEDAN-.Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I gelar workshop publikasi ilmiah di Xperience Space Lantai 1, kampus BINUS @Medan, Delipark, Jalan Putri Hijau Medan, Jumat (2/10/2026).

Berkolaborasi dengan BINUS @Medan ini, workshop bertema “From Publication to Professorship: Strategies for International Q1-Q2 Scopus Publications and Academic Career Development” ini dibuka Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang MA Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof Saiful mengatakan, publikasi jurnal internasional masih menjadi salah satu kendala bagi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Sumatera Utara dalam mengajukan kenaikan jabatan akademik hingga Guru Besar ( Profesor)

Dari setiap periode pengusulan publikasi jurnal internasional, kata Prof Saiful angka penolakan yang mengajukan kenaikan jabatan akademik itu masih cukup tinggi.

“Kita prihatin masih banyak ditolak usulan dosen untuk menjadi guru  besar atau Profesor. Dari 10 hingga 15 pengajuan per periodenya, yang diterima hanya sekitar tiga atau empat saja. Sementara sisanya diarahkan untuk mengganti jurnal internasional karena dinilai kurang bermutu,” ungkap Prof Saiful.

Disebutkannya, banyak publikasi jurnal internasional dosen di LLDikti  Wilayah 1 Sumut ini yang ditolak  reviewer ketika mengajukan lektor kepala dan guru besar.

Sementara itu diketahui kampus BINUS yang berada di
LLDikti Wilayah III, Jakarta merupakan university
yang paling banyak mendapatkan SK Profesor (Guru Besar)

Terinspirasi dengan capaian BINUS tersebut, LLDikti Wilayah I menggandeng university itu untuk berbagj pengalaman dalam pengembangan karier akademik dan pencapaian guru besar kepada dosen di bawah koordinasi LLDikti Wilayah I.

BACA:  USU Raih Empat Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026

Langkah ini dilakukan LLDikti Wilayah I sebagai upaya mendorong percepatan pencapaian jabatan guru besar untuk kesejahteraan dan pengembangan karier dosen.

Prof Saiful berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para dosen untuk berbagi informasi dan ilmu terkait pengajuan jurnal internasional.

Saiful menyebutkan, LLDikti Wilayah 1 menargetkan sebanyak 25 SK Guru Besar setiap tahunnya. Meskipun target tersebut dapat dicapai. Bahkan tahun lalu mencapai hingga 32 SK bagi dosen PTS Sumut.

Dia berharap dari 10 pengusul setiap periode, bisa diterima semua. Dengan demikian bisa capai 30. Walau tahun sebelumnya dapat 32 SK Guru Besar

“Kita selalu mencapai target sejak dari 2023. Tapi tingginya penolakan itu membuat saya tidak puas. Bukan di target jumlah, tapi tingginya penolakan itu,” katanya.

Saiful menjelaskan, saat ini PTS di Sumut memiliki sekitar 152 guru besar. Karrna itu dia berharap akan semakin banyak guru besar yang lahir dari Sumut.

Melalui workshop ini, LLDikti Wilayah I mengikutsertakan 100 dosen dari 22 PTS yang berkualifikasi doktor di atas tiga tahun, lektor kepala, dan sudah eligible untuk jadi guru besar.

“Saat ini dosen yang mengajukan usulan jadi guru besar itu  banyak terhambat di publikasi Scopus Q1,Q2,” papar Saiful.

BACA:  OIF UMSU dan UniSZA Malaysia Gelar Falak Research Symposium Internasional

Sementara itu Campus Director BINUS @Medan Tri Juniarty, S.Kom MM mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari semangat BINUS untuk berbagi pengalaman dan praktik yang telah dikembangkan dalam bidang riset, publikasi, serta pengembangan karier akademik.

Disebutkan Tri, BINUS bisa sharing tips dan trik serta keberhasilan dari BINUS University sendiri.

“Bahkan kita juga ingin sharing supaya sama-sama berhasil,” ujar Tri didampingi Academic, Research, and Student Development Manager BINUS @Medan Dr. Ignatius Edward Riantono,

BINUS University memiliki visi Fostering and Empowering, yang berarti BINUS selalu bersedia berbagi setiap pengalaman dan keberhasilannya demi sukses bersama.

Menurut Tri, publikasi ilmiah tidak semestinya dipandang hanya sebagai target administratif untuk memenuhi persyaratan kenaikan jabatan akademik. Lebih dari itu, penelitian dan publikasi harus menghasilkan pengetahuan yang memiliki manfaat dan dampak bagi masyarakat.

“Jadi bukan sekadar jumlah, tapi juga makna dari hasil research dan publikasi itu,” ujarnya.

Ia berharap hasil penelitian dan publikasi yang dihasilkan para dosen tidak berhenti pada pengakuan akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi bagi Sumatera Utara maupun Indonesia.

“Inginnya juga seperti itu. Selain jumlahnya makin banyak, riset yang dilakukan akhirnya berdampak kembali ke masyarakat,” katanya.

Dalam pengembangan karier akademik di lingkungan BINUS @Medan, Tri menjelaskan pihaknya juga menerapkan pola lecturer mobility. Mengingat BINUS @Medan baru memasuki tahun kedua, saat ini terdapat satu Guru Besar di kampus tersebut.

BACA:  Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, PLN dan BPBD Resmikan Program Desa Siaga Bencana di Batu Mbelin

Namun, dosen dan mahasiswa BINUS @Medan mendapat pendampingan dari para profesor BINUS University melalui skema lecturer mobility.

“Setiap semester, sekitar empat hingga enam profesor datang ke BINUS @Medan untuk mengajar sekaligus membimbing para dosen,” ujarnya.

Dalam lokakarya tersebut, pengalaman BINUS University dalam riset, publikasi, dan pengembangan karier akademik turut dipaparkan Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., selaku Vice Rector Research & Technology Transfer BINUS University.

Kehadiran Prof. Juneman diharapkan memberikan gambaran praktis kepada peserta mengenai proses membangun rekam jejak akademik, menghasilkan publikasi yang kompetitif, serta menyiapkan perjalanan akademik menuju Guru Besar.

Tri mengatakan, peserta  diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan setelah mengikuti lokakarya, tetapi juga membawa pulang rencana aksi yang konkret, mulai dari menentukan artikel yang akan dikembangkan, memilih jurnal yang menjadi target, membangun kolaborasi, hingga menyusun langkah akademik berikutnya.

Senada dengan itu, materi lokakarya diarahkan mulai dari menemukan research idea, mengidentifikasi research gap dan novelty, membangun academic reputation, hingga memperluas dampak penelitian melalui publikasi dan kolaborasi.

Peserta juga dibekali strategi menghadapi proses peer review, menentukan strategi publikasi, serta menyusun research and publication roadmap yang mendukung perjalanan akademik menuju Guru Besar. (swisma)