Rektor UMSU Hadiri Penutupan Latihan Industri MARDI Malaysia

Sebanyak 34 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti Majlis Penghargaan Pelajar Latihan Industri yang digelar Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian Malaysia (MARDI) di Serdang, Selangor, Malaysia, Kamis (1/10/2026).

Majlis tersebut sekaligus menjadi penutupan program latihan industri yang diikuti mahasiswa UMSU selama 21 hari, terhitung 13 September hingga 3 Oktober 2026. Kegiatan turut dihadiri dua dosen pendamping dari Fakultas Pertanian UMSU.

BACA:  USU Raih Empat Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026

Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama YBrs. Dr. Sanimah Binti Simoh, Timbalan Ketua Pengarah (Pembangunan & Operasi) MARDI.

Program latihan industri ini merupakan bagian dari kerja sama industri UMSU dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memberikan pengalaman akademik dan riset bagi mahasiswa di lingkungan penelitian pertanian Malaysia.

BACA:  Bahdin Nur Tanjung Terpilih sebagai Ketua ABP-PTSI  Sumut Periode 2026-2030

Selama mengikuti program, para mahasiswa melakukan penelitian pada sejumlah bidang, di antaranya teknologi pangan, agribisnis, tanah, air dan pupuk, hortikultura, serta bidang terkait lainnya.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA 3.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Akrim menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada MARDI atas bimbingan serta dukungan yang diberikan selama mahasiswa menjalani program latihan industri.

BACA:  Ajang PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi untuk Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada program latihan mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi penelitian dan publikasi bersama.

Kerja sama dengan MARDI juga menjadi bagian dari upaya UMSU memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman internasional sekaligus memperkuat kompetensi mereka di bidang pertanian melalui pembelajaran berbasis riset. (Swisma)