167 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung, DPRD Sorot Kinerja DLH & BMKG

MEDAN – Duka masih menyelimuti warga Kecamatan Medan Johor. Angin puting beliung dahsyat yang menerjang Selasa malam (18/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB menyisakan kepiluan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 167 unit rumah rusak, puluhan pohon tumbang menimpa fasilitas umum dan pemukiman, serta atap seng beterbangan.

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, mendesak Pemko Medan bergerak cepat. “Pemko Medan melalui perangkatnya supaya segera turun ke tengah masyarakat menginventarisir segala kerugian,” tegasnya kemarin.

BACA:  Gempur Tel Aviv! Iran Hujani Israel dengan Ratusan Rudal dan Drone, Timur Tengah Siap Meletus

Baca Juga : Rumah Warga Medan Johor Dibangun Kembali Sepenuhnya Oleh Pemprov Sumut

Edwin meminta BPBD segera menyalurkan bantuan dan mengoptimalkan peran kepling untuk pendataan maksimal. Ia menyayangkan minimnya peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem yang melanda.

Sorotan tajam juga dialamatkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan. Edwin mengkritik kinerja Kepala DLH Melvi Marlabayana Girsang yang dinilai abai melakukan pemangkasan pohon rindang dan perawatan rutin.

BACA:  Dirut Jasa Marga: Sukses Melayani 5,8 Juta Kendaraan Lewati Jalan Tol Jasa Marga Group Periode Libur Nataru 2025/2026

“Pihak DLH malah menebangi sekitar 2.700 pohon kuat demi proyek BRT, bukan melakukan perawatan pohon yang membahayakan,” cetusnya.

Kondisi di lapangan memprihatinkan. Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengungkapkan dari 167 rumah terdampak, baru 93 rumah yang mendapat bantuan material seperti seng, kayu, tripleks, dan terpal. Masih ada 74 rumah menunggu giliran.

BACA:  BBM Aman di Medan Kapolrestabes Pastikan Stok Cukup, Penjual Ilegal Diberantas!

Gubernur Sumut Bobby Nasution turun langsung meninjau lokasi dan geram melihat bantuan yang dinilai “menyusahkan” karena tidak mencukupi kebutuhan warga. Ia memastikan Pemprov Sumut akan mengambil alih dan membangun total rumah-rumah rusak.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan perawatan infrastruktur kota. Warga berharap bantuan tuntas segera terwujud agar mereka bisa bangkit dari musibah. (FD)