Kinerja Pejabat Dinilai Lambat, Ketegasan Bobby Nasution Saat Tangani Banjir Jadi Sorotan

MEDAN – Sikap tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat meninjau penanganan banjir di wilayah Tapanuli Tengah menuai perhatian publik. Ketegasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat kinerja birokrasi dalam situasi darurat.

Pengamat komunikasi publik, Fakhrur Rozi, menilai sikap tersebut wajar dalam konteks kebencanaan yang membutuhkan respons cepat dari seluruh aparatur pemerintah.

“Dalam situasi krisis, kepala daerah harus memiliki sense of urgency. Ketegasan menjadi sinyal kuat agar kinerja di lapangan dipercepat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

BACA:  Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana

Dipicu Lambannya Penanganan di Lapangan

Ketegasan Bobby disebut dipicu oleh lambatnya pendataan warga terdampak banjir serta progres pembangunan tanggul di Kecamatan Tukka. Teguran langsung kepada aparatur di lapangan dinilai sebagai bentuk kontrol sekaligus dorongan percepatan kerja.

Menurut Rozi, secara psikologis, teguran yang disampaikan di hadapan pimpinan daerah seperti bupati dapat menjadi penegasan agar aparatur bekerja lebih optimal.

“Ini bentuk pengingat agar kinerja lebih maksimal, bukan untuk tujuan lain,” katanya.

Efektif Percepat Respons Birokrasi

Dari sisi dampak, langkah tegas tersebut dinilai mampu mempercepat respons birokrasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menunjukkan kepemimpinan yang responsif dalam kondisi darurat.

BACA:  Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Transfer Ke Daerah untuk Wilayah 3T Dipertahankan

Namun demikian, Rozi mengingatkan bahwa komunikasi yang terlalu emosional di ruang publik berpotensi menimbulkan persepsi negatif, terutama di era digital saat ini.

“Jika penyampaian terlalu emosional dan viral di media sosial, substansi pesan bisa tertutup oleh reaksi publik,” jelasnya.

Faktor Struktural Juga Berpengaruh

Ia juga menekankan bahwa lambannya penanganan bencana tidak selalu disebabkan oleh faktor individu, tetapi juga dipengaruhi persoalan struktural seperti koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya, serta panjangnya rantai birokrasi.

BACA:  Korupsi Waterfront City Danau Toba: Konsultan Pengawas Menyusul Masuk Penjara

Dorong Percepatan Penanganan Bencana

Secara keseluruhan, ketegasan Bobby Nasution dinilai sebagai upaya untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan agar lebih sigap dalam menangani bencana, sekaligus memperkuat koordinasi demi percepatan penanganan di wilayah terdampak.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah serius dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan efektif demi keselamatan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *