MEDAN– Ikatan Muballigh Antar Masjid (IMAM) Indonesia Maju menggelar Milad ke-5, di Saung Kopi, Jalan PDAM, Sunggal, Ahad (25/1/2026).
Kegiatan Milad ini menghadirkan 4 Doktor Pengurus Litbang IMAM IM yakni Dr HM. Tohir Ritonga Lc, MA, Dr. H. M. Arfan Daulay, S. Ag, MA, Dr. H. Syarto Syarief Lc, MA, dan Dr. Ahmad Ridwan Dalimunthe, M.Pd.
Ketua Umum IMAM Indonesia Maju, Drs. H. Zunaidi Ashani dalam sambutannya mengungkapkan walaupun usianya masih muda, IMAM IM sudah sangat dewasa, ini disebabkan karena Muballigh nya bukan orang baru dalam berorganisasi.
“Kita berkeinginan IMAM IM menjadi rumah besar para Muballigh dari ormas-ormas Islam yang ada. Jika kita kuat, kita akan gampang berbuat sesuatu. Oleh karena itu, kita harus menyatukan visi misi yang sama,” ujarnya.
Zunaidi mengingatkan bahwa kebenaran yang tidak tersusun rapi akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri IMAM IM, H. Sutrisno mengingatkan bahwa semua latarbelakang ada di IMAM IM baik dari Al Washliyah, Muhammadiyah, Perti dan organisasi Islam lain
“Di IMAM Indonesia Maju fondasi telah dibangun, tinggal mengembangkan tata kelola organisasi atau Good Corporate Organization,” ujarnya.
Sebagai salah satu bentuk tata kelola organisasi yang baik, maka setiap Milad IMAM Indonesia Maju diadakan reward bagi anggota yang berprestasi.
Di Milad kali ini diberikan penghargaan kepada beberapa pengurus yakni Pencipta Mars IMAM IM yakni Bendahara Umum Dr. Hj. Erna Suriani, M. Pd. I, pengisi suara dalam Mars.

Selain itu diberikan penghargaan kepada Ketua DPD IMAM IM Tapsel, Ustadz Zainuddin Saragih, sebagai pengurus yang aktif selalu hadir ke setiap kegiatan IMAM IM meski menempuh jarak yang jauh.
Selain itu diberi penghargaan juga kepada Sekretaris Jenderal Ustadz Sangkot Akhyar, M. Pd yang telah menggerakkan mesin organisasi, selain itu telah peduli kepada para senior yang telah wafat dan keluarga yang ditinggalkan.
Selanjutnya, diberi penghargaan juga kepada Ustadz Hendri Purnama, S.Sos.I atas inovasi dalam membuat visual Mars IMAM IM.

Peringatan Milad IMAM Indonesia Maju dilanjutkan dengan secara simbolik dirayakan melalui pemotongan tumpeng.

Dalam tausiyah 4 Doktor IMAM Indonesia Maju, Dr HM. Tohir Ritonga Lc, MA menyampaikan cara mendapat Rahmat Allah. Salah satunya dengan menjaga wudhu’.
“Beginilah dulu cara Sholahuddin membebaskan Masjidil Aqsho. Begitujuga cara Hasan Albanna mengusir Inggris dari Mesir,” ujar sosok yang juga Dekan FAI Universitas Al-Washliyah Medan ini
Sebagaimana nama IMAM, diperlukan adanyan Ikatan batin antar sesama Muballigh, begitupula perlu juga adanya ikatan kepada Allah, salah satunya dengan menjaga wudhu’.
“IMAM juga perlu ada Masjid yang dikelola sebagaimana namanya Muballigh Antar Masjid. Ini diperlukan untuk menerapkan program kegiatan di masjid,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para muballigh untuk memberikan pesan kedamaian di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dr. H. Syarto Syarief Lc, MA menyampaikan beberapa falsafah Isra miraj yang bisa menguatkan organisasi IMAM Indonesia Maju.
“Isra miraj adalah perjalanan spiritual, ia mengambil pesan dari langit kemudian kembali lagi ke bumi. Jadi, IMAM tidak hanya sekedar individu yang saleh tapi menerapkan nilai spiritual di sosial kemasyarakatan,” ujar Kepala Litbang IMAM IM.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa IMAM haru menjadikan masjid sebagai sentral peradaban.
“Poin selanjutnya tentang Sholat, dimana ada 4 hal yang bisa dipahami yakni disiplin waktu, kesetaraan, kepemimpinan dan ketaatan, serta amal kolektif, ” ujarnya.
Isra miraj juga memberikan hikmah kepada umat bahwa ternyata dalam kehidupan krisis atau masalah tidak serta merta membuat terpuruk dan tidak menghalangi untuk bangkit selama terus memegang komitmen kuat untuk menjalankan visi misi.
“Isra’ Mi’raj juga memberikan pelajaran bahwa kita harus bentengi diri dengan Iman dan Aqidah, berakhlak dengan akhlak kenabian dan menguatkan Ukhuwah, ” ujarnya.
Selanjutnya, Dr. H. M. Arfan Daulay, S. Ag, MA menekankan perlunya memaksimalkan peran IMAM di masyarakat, agar sesuai dengan makna berkah yang menjadi doa untuk Milad ke-5 IMAM.
“Berkah itu Ziyadatul Khoir. Bertambah manfaat di tengah masyarakat dan Kebaikan hanya lahir dari kebaikan,” ujar sosok yang juga Ketua PW Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sumut ini.
Ia mengingatkan telah banyak pengurus IMAM Indonesia Maju yang menjadi pengurus di Majelis Ulama Indonesia, tentu hal ini sebagai peluang bagi IMAM untuk meluaskan manfaat di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Ustadz Dr. Ahmad Ridwan Dalimunthe, M.Pd mengingatkan para asatidz di IMAM Indonesia Maju untuk mewaspadai dua paham yang bertolakbelakang namun menjadi penyakit di tengah umat hari ini, yakni Ekstrimime rasionalis dan Ekstremisme tekstualis.
“Peristiwa Isra’ Miraj menjadi momentum bagi kita untuk mewaspadai pemikiran ekstrim baik rasionalis maupun tekstualis,” pungkasnya.
Acara Milad ke-5 diikuti ratusan peserta yang merupakan pengurus IMAM Indonesia Maju Provinsi maupun daerah seperti Tapsel, Serdang Bedagai dan Kota Medan.
Hadir pula Ketua Harian sekaligus Ketua Panitia Rudi Siregar, beberapa Wakil Ketua diantaranya Ustadz Razali Taat, S.Pd.I dan juga Datuk Iskandar Muda, A. Md yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Medan. (isl)







