Permintaan Serius Tanggapi Peringatan Banjir Rob di Medan

MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar Hadi Suhendra, mendesak Pemerintah Kota Medan untuk menanggapi secara serius peringatan banjir rob yang dikeluarkan BMKG untuk wilayah Medan Utara (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan) pada 1–9 Desember 2025, dengan ketinggian diprediksi lebih dari 2,3 meter.

Poin-Poin Penting:
1. Kondisi Masyarakat:
Masyarakat Medan Utara baru saja dilanda banjir besar pada 27 November 2025, banyak yang baru pulang dari pengungsian dan masih dalam kondisi lelah fisik dan mental.
Kekhawatiran muncul kembali dengan ancaman banjir rob.

BACA:  Darurat Sampah Pasca Banjir! Legislator Soroti Medan yang Semakin Kumuh, Ancaman Kesehatan Membayangi

2. Tuntutan dan Langkah yang Diinginkan:
Antisipasi terstruktur dari Pemko agar masyarakat merasa aman.
Koordinasi dengan BMKG untuk prediksi dan dampak yang lebih akurat.
Kesiapan perangkat kewilayahan dan masyarakat untuk menyelamatkan diri sedini mungkin.
Penyediaan dapur umum di setiap tempat penampungan.
Pemaksimalan status Tanggap Darurat Bencana (berlaku hingga 11 Desember 2025) dalam penanganan.

BACA:  Gempur Narkoba 100 Hari: Polrestabes Medan Sita 156 Kg Sabu, 60 Ribu Ekstasi, dan Bekuk 718 Tersangka!

3. Respons Pemko Medan (Wali Kota Rico Waas):
Langkah-langkah telah disiapkan untuk menghadapi peringatan dini banjir rob.
Pertama: Menginformasikan peringatan kepada masyarakat Medan Utara melalui kecamatan dan kelurahan.
Kedua: Terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau sebaran, dampak, dan ketinggian banjir rob.
Ketiga: Meminta BPBD dan perangkat kewilayahan tetap siaga dan siap membantu warga.
Keempat: Posko bencana yang ada (akibat banjir 27 November) akan tetap beroperasi.

BACA:  Ketua DPRD Medan Gebrak Meja! Desak APH Usut Korupsi Pemko Medan Sampai Tuntas

4. Informasi dari BMKG:
Peringatan berlaku 1–9 Desember 2025.
Penyebab: aktivitas pasang air laut dan fenomena alam lainnya.
Prediksi ketinggian: 2,3–2,7 meter pada pukul 23.00–04.00 WIB.
Dampak yang mungkin: gangguan transportasi, aktivitas masyarakat, dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Imbauan: masyarakat diharap waspada dan siaga. (Rel)