Dapur MBG SDN 060912 Jadi Sorotan, Telantarkan Ratusan Murid

MEDAN- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik.  Pihak Dapur MBG (SPPG) untuk SDN 060912 dinilai telah menelantarkan murid dan tidak menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan.

Hal ini disampaikan oleh Syahrul, orangtua salah seorang murid, yang mengaku kecewa dengan dapur MBG yang beroperasi di sekolah anaknya. SDN 060912 sendiri berlokasi di Jalan Denai No.166, Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, Kota Medan.

“Program MBG dari Presiden Prabowo sangat baik. Saya sangat mendukung. Tetapi, program ini tidak dijalankan dengan benar oleh pihak SPPG yang beroperasi di sini. Mereka melanggar peraturan atau SOP dari MBG. Ini mencoreng program unggulan dari Presiden,” ujarnya pada wartawan, Senin (12/1/2026)

BACA:  Rico Serahkan 8.533 SK PPPK Paruh Waktu Pemko Medan

Ia menjelaskan kronologi, hari Jumat  (9/1/2026) saat dia menjemput anak. Ia pun bertanya kepada sang anak apa menu MBG untuk hari itu. Jawaban sang anak, membuat dia terhentak, bahwa hari itu ia tidak mendapatkan MBG, sementara SD 068084 yang masih satu komplek sekolah dengan sekolah mereka mendapatkan MBG.

Ternyata, walau dalam satu komplek sekolah tetapi SD 088084 punya dapur (SPPG) yang berbeda dengan sekolah anaknya. (SDN 060912).

BACA:  Rampok 800 Juta, 3 Pelaku Diciduk Satresmob Bareskrim Polri

Syahrul mengatakan jelas ini berarti SPPG itu menelantarkan ratusan siswa dari menerima haknya, serta melanggar peraturan.

Selain itu, Syahrul juga heran kenapa menu yang diterima anaknya kerap ‘itu-itu saja’. Sehingga ia juga mempertanyakan apakah di SPPG tersebut ada ahli gizi atau tidak.

“Saya minta agar SPPG itu dievaluasi dan minta untuk bertanggung jawab kenapa menu-menunya tidak variatif, sehingga anak-anak jadi bosan. Apakah itu sudah memenuhi gizi sebagaimana aturannya?” ujar Syahrul.

Syahrul pun menyatakan berencana akan melaporkan SPPG tersebut ke Badan Gizi Nasional.

BACA:  Pelayanan Publik Bukan Sekadar Penilaian Angka, Wali Kota Medan: Kalau Masyarakat Masih Mengeluh, Kerja Kita Belum Maksimal

Dari informasi yang diperoleh dari berbagai pihak di sekolah, ternyata SPPG terkait memang bermasalah. MBG sering terlambat datang ke sekolah, yang  seharusnya pukul 08.00 WIB malah diantar pada pukul 10.30 WIB.

Selain itu, Menunya juga dikeluhkan ‘itu-itu saja’ yakni ayam dan telur. Pihak sekolah ketika dikonfirmasi, telah beberapa kali mengirimkan surat untuk merubah menu kepada SPPG, tetapi tidak digubris. Selain itu, mereka juga sering melibatkan anak-anak untuk mengangkat omprengan. (isl)