Ketika Mahasiswa Magang Beri Tausiyah ke Pegawai KUA Medan Perjuangan

MEDAN– Pegawai ASN Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan mengikuti tausyiah dan bimbingan penyuluhan (BP) yang disampaikan oleh mahasiswa magang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Sumatera Utara (UINSU), Senin (12/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung ba’da Zuhur di KUA Medan Perjuangan, Jalan Pendidikan No. 89, Medan.

Tausyiah disampaikan oleh mahasiswa magang bernama Yarsa dengan mengangkat tema inspirasi dari pemikiran ulama besar kontemporer, Wahbah Az-Zuhaili, seorang pakar fikih dan pengarang kitab Tafsir Al-Munir.

Dalam penyampaiannya, Yarsa menegaskan bahwa sosok Wahbah Az-Zuhaili memberikan banyak teladan dalam kehidupan keilmuan dan sosial.

BACA:  Majelis Ta'lim Al Hijrah Membersamai Kepala KUA Kec. Medan Perjuangan Salurkan Donasi Tahap II di Lima Lokasi Aceh Tamiang

“Paling tidak ada empat poin inspirasi dari beliau. Pertama, pentingnya menuntut ilmu sampai akhir hayat. Kedua, ilmu harus diamalkan dan dipertanggungjawabkan. Ketiga, berpikir wasathiyah atau moderat. Dan keempat, berkreasi secara ilmiah agar menjadi amal jariyah,” ujar Yarsa dalam tausiahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Ahmad Kamil Harahap, MA, beserta staf Bimas Islam yang sedang melakukan monitoring di KUA Medan Perjuangan.

Dalam sela-sela evaluasi kegiatan, H. Ahmad Kamil Harahap menambahkan bahwa pemikiran Wahbah Az-Zuhaili sangat relevan dengan kondisi umat saat ini. Ia mencontohkan pandangan moderat Wahbah Az-Zuhaili dalam menyikapi persoalan gambar.

BACA:  Judi Tembak Ikan Naibaho Kembali Eksis di Paniagara Wilkum Polsek Medan Baru

“Menurut Wahbah Az-Zuhaili, gambar itu dibolehkan selama dibutuhkan dan tidak mengandung konten negatif. Ini menunjukkan sikap Islam yang moderat dan solutif,” jelas Ahmad Kamil.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, S.Ag., MA, Penyuluh Agama Fungsional Medan Perjuangan Dr. H.M. Abdullah Amin Hasibuan, MA, para penyuluh agama lainnya, staf Bimas Islam dan KUA, serta mahasiswa magang FUSI UINSU lainnya.

H.M. Abdullah Amin Hasibuan selaku pembimbing mahasiswa magang menyampaikan bahwa program magang ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil di lapangan.

BACA:  DPRD Dorong Pemkot Medan Fokus Tuntaskan Pembebasan Lahan

“Mahasiswa magang tidak hanya belajar administrasi KUA, tetapi juga langsung kami libatkan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan, termasuk tausyiah di majelis taklim,” ungkapnya.

Mahasiswa magang FUSI UINSU telah hampir dua minggu melaksanakan kegiatan magang di KUA Medan Perjuangan. Mereka mendapatkan pembelajaran administrasi serta praktik langsung melakukan bimbingan dan penyuluhan setiap hari di bawah bimbingan para penyuluh agama.

Kegiatan tausyiah ba’da Zuhur tersebut diakhiri dengan foto bersama dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan silaturahmi. (r/isl)