GEMA CINTA Ajak Publik Hormati Proses Hukum dan Junjung Profesionalisme Terkait RSUD Dr. Pirngadi Medan

MEDAN – Koordinator Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GEMA CINTA), A. Anas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi berbagai informasi yang berkembang terkait pengadaan obat dan alat kesehatan di RSUD Dr. Pirngadi Medan dengan cara yang bijak, tenang, dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Menurut A. Anas, dalam dinamika informasi publik, profesionalisme dan kehati-hatian dalam menyampaikan pendapat sangat penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran yang berpotensi merugikan pihak-pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa proses hukum adalah ranah aparat penegak hukum yang harus dihormati bersama.

Terkait disebutnya nama Yudha Pratiwi dalam sejumlah pemberitaan, A. Anas menilai bahwa yang bersangkutan tetap harus diperlakukan secara profesional dan proporsional sebagai warga negara yang memiliki hak yang sama di mata hukum. “Bapak Yudha Pratiwi tentu memiliki rekam jejak pengabdian di bidang kesehatan. Karena itu, kita semua wajib menghormati proses hukum yang sedang berjalan tanpa membangun stigma,” ujar A. Anas, Jumat (5/12/2025).

Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada putusan hukum tetap yang menyatakan pihak mana pun bersalah. Oleh karena itu, ruang publik diharapkan tidak menjadi sarana penghakiman, melainkan tetap menjadi ruang informasi yang sehat dan berimbang.

Di sisi lain, A. Anas turut mengapresiasi manajemen RSUD Dr. Pirngadi Medan di bawah kepemimpinan direktur saat ini yang terus berupaya melakukan pembenahan tata kelola rumah sakit, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan sistem pengawasan internal.

Menurutnya, rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat harus dijaga wibawanya agar tetap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Upaya perbaikan yang sedang berjalan dinilai sebagai langkah positif yang patut didukung semua pihak.

GEMA CINTA, lanjut A. Anas, meyakini bahwa aparat penegak hukum bekerja berdasarkan aturan, alat bukti, dan mekanisme yang sah. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menarik kesimpulan serta menghindari narasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Dalam konteks pelayanan publik, A. Anas juga menyampaikan optimisme bahwa jajaran RSUD Dr. Pirngadi Medan terus menunjukkan komitmen untuk memperbaiki mutu layanan, baik dari sisi medis, administrasi, maupun transparansi pengelolaan.

“Prinsip kami jelas, GEMA CINTA berdiri di posisi yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan mutu pelayanan publik secara berkelanjutan, tanpa menjatuhkan atau menghakimi individu tertentu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan dan para pejabat yang pernah maupun sedang mengabdi adalah tanggung jawab bersama.

A. Anas berharap ke depan seluruh pihak dapat menahan diri, menjaga suasana tetap kondusif, serta bersama-sama menempatkan kepentingan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama di atas kepentingan lainnya. (Red)

Baca juga

Beri balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.