Waspada! Kasus ISPA & Diare Melonjak Drastis Pasca Banjir Medan. DPRD Desak Dinkes Bergerak Proaktif!

MEDAN – Pasca banjir besar melanda Kota Medan (27/11/2025), ancaman kesehatan serius mulai muncul. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, demam, dan diare dilaporkan melonjak di kalangan korban banjir.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli (Nanda Ramli), mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan untuk segera bertindak proaktif.

BACA:  Rapat Darurat Rico Waas : Evaluasi Kritis Pasca Banjir Besar & Siaga Total Hadapi Cuaca Ekstrem 1-9 Desember

“Kondisinya memprihatinkan. Banyak korban mengalami ISPA, gatal-gatal, demam, hingga diare berat. Dinkes harus jemput bola, tidak bisa hanya menunggu di puskesmas,” tegas Nanda Ramli, Selasa (2/12/2025).

Langkah ‘jemput bola’ yang dimaksud adalah dengan mengerahkan tenaga kesehatan untuk mendatangi langsung lokasi terdampak, memeriksa warga, dan memberikan pengobatan serta edukasi pencegahan.

Antisipasi Lonjakan Pasien & Dukungan Psikologis
Nanda juga mengingatkan agar puskesmas dan rumah sakit diperkuat kapasitasnya untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang diperkirakan akan terus bertambah.

BACA:  Zakiyuddin Tinjau Erosi Sungai Deli dan Saluran Tersumbat, Desak Pembangunan Bronjong Segera

“Semua layanan, dari rawat jalan hingga rawat inap, harus standby. Ini sesuai arahan Wali Kota, Bobby Nasution,” jelasnya.

Lebih dari sekadar fisik, Nanda menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental korban. Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga berpotensi memicu tekanan psikologis seperti stres dan depresi akibat kehilangan harta benda.

BACA:  Gerbang Perhatian Dibuka di Tengah Banjir: Zulkarnaen SKM Serahkan 300 Paket Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Medan

“Aspek psikologis korban juga perlu menjadi perhatian serius Pemko Medan. Mereka mengalami penderitaan ganda,” pungkasnya. (Rel)