MEDAN– Sumatera Utara sejak dulu sudah menjadi barometer politik nasional, sebab disini dinamika politik dan keberagaman masyarakatnya cukup banyak, sehingga Sumatera Utara (Sumut) juga disebut-sebut sebagai miniatur nya Indonesia.
Jika di Sumut Partai Politik kalah (Pemilu/Pilkada), itu menjadi tanda kekuatan yang dimiliki masih belum hebat.
“Jadi memang sejak dulu, Sumut sudah dianggap sebagai miniatur Indonesia untuk segala hal, termasuk politik. Dalam kancah nasional suara Sumut menentukan,” ujar pengamat politik dari Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara (PD-14 Sumut), Ishlahuddin Panggabean.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 19-20 Juli 2025 melaksanakan kongres di Solo, Jawa Tengah. Dengan cara e-vote untuk pemilihan Ketua Umum PSI, oleh seluruh kader/pengurus yang terdaftar dari seluruh Indonesia.
Menurut sumber yang namanya enggan disebutkan, saat kongres itu, Kaesang Pangarep, kalah di Sumut, dan pemenang di Sumut itu adalah calon ketua umum yang bernama Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron), yang sejak awal kabarnya memang diusung oleh DPW PSI Sumut yang saat itu Ketua nya Nezar Djoeli dan Sekretarisnya Delia Ulpa.
“Ya, bisa saja alasan hasil kongres PSI itu menjadi latar belakang digantinya Nezar Djoeli sebagai Ketua DPW PSI Sumut. Karena Kongres mekanismenya terbuka tentu bisa menjadi penilaian bahwa PSI Sumut tidak pro pada Kaesang Pangarep, padahal sebelum kongres kan Ketua Umum PSI itu masih Kaesang, jadi kan muncul pertanyaan mengapa Nezar Djoeli dan PSI Sumut saat itu tidak full mendukung Kaesang sebagai calon ketua umum?” ujarnya.
Ia melanjutkan, tentu keputusan itu dengan mendukung BroRon menimbulkan konsekuensi, bisa jadi pencopotan ini.
“Jadi wajarlah Nezar Djoeli diganti oleh Kaesang,” ujar Ishlahuddin Panggabean memberikan analisisnya kepada wartawan di Medan, Minggu (11/1/2026).
Dikutip dari berbagai sumber diketahui bahwa DPP PSI melalui Ketua Umum Kaesang telah menunjuk Sahat Sinurat sebagai Plt.Ketua DPW PSI Sumatera Utara, Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PSI Nomor 857/SK/DPP/2025 tentang Pencabutan SK Nomor 333/SK/DPP/2025 dan Pengangkatan Sahat Martin Philip Sinurat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara, ditetapkan tanggal 26 November 2025. (isl)







